Tank Leopard Indonesia vs Baktar Sikan Malaysia, Siapa Lebih Unggul ?


INDOSEJATI.com - Gelombang pertama MBT Leopard 2A6 Indonesia sudah tiba di Jakarta. Sekitar 40 dari 100 Leopard 2A6 akan ditempatkan di perbatasan Indonesia-Malaysia, Kalimantan.

Kehebatan tank buatan Jerman ini tidak perlu diragukan. Untuk urusan mesin perang lapis baja, Jerman telah memilikinya secara turun temurun.

MBT Leopard 2A6 akan berhadapan dengan MBT PT 91 Malaysia buatan Polandia di perbatasan Kalimantan. Siapa yang lebih kuat ?Kami tidak ingin menjawabnya. Yang jelas, situasi tersebut mengingatkan kita dengan pecahnya perang dunia kedua, 1 September 1939.

Melalui serangan Blietzkrieg, Jerman hanya membutuhkan waktu 2 minggu, untuk melumat seluruh tank Polandia, sekaligus mendudukinya.

Secara kuantitas, jumlah pasukan Jerman dan Polandia tidak jauh berbeda. Jerman mengerahkan 60 Divisi, sementara Polandia 39 Divisi, 10 Brigade ditambah milisi. Namun keunggulan strategi dan teknologi Jerman tidak bisa ditandingi Polandia.

Bisa jadi, kru MBT 91 akan sedikit nervous ketika berhadapan dengan MBT Leopard 2A6. Tapi bagaimana dengan anti-tanknya ?

Di medan pertempuran yang penuh pepohonan dan bunker (kalau ada) anti-tank Infanteri akan sangat penting. Mereka bisa bersembunyi di balik pepohonan/bukit/ bunker, untuk membidik MBT lawan.

Situasi tersebut terjadi di dalam perang Israel- Hezbullah di Lebanon Selatan tahun 2006.


Anti-Tank PF-98
Salah satu andalan anti-tank TNI AD adalah roket 120mm PF-98 Norinco China.

Anti-tank ini belum memiliki guide system. Namun komputer PF-98 secara otomatis mampu melacak jarak sasaran untuk dikonversi ke kalkulasi balistik yang ditampilkan di layar LED petembak.
Anti tank PF 98 ini ibarat kamera SLR profesional. Dia membutuhkan operator yang handal, bukan sekedar jepret atau fire and forget.

Anti tank PF 98 juga dilengkapi night vision berjarak 300- 500 meter (4X optical sight standard), dengan fire-control computer dan laser rangefinder. Komputer tersebut bertugas mengkalkulasi kordinat target yang bergerak, lalu menyuplai sasaran (spot) ke lensa bidik petembak.

Andalan amunisinya Dual HEAT (High Explosive Anti Tank) (hulu ledak ganda) dengan electronically timed fuse system. Roket ini mampu menembus selimut reactive armor main battle tank lawan. Untuk amunisi HEAT jarak tembaknya 800 meter. Pengguna roket anti tank ini adalah: China (pembuat), Indonesia dan Zimbabwe.


Metis-M
TNI AD juga memiliki peluru kendali ant-tank 9K115-2 Metis-M buatan Rusia. NATO menyebutnya AT-13 Saxhorn-2.

Misil anti-tank ini biasanya dioperasikan 3 infanteri. Satu membawa peluncur, dua lainnya membawa paket amunisi, masing-masing 2 misil.

Dengan menggunakan sistem kendali SACLOS, anti tank ini bisa diisi peluru: HEAT hulu ledak ganda, serta hulu ledak Thermobaric anti-personnel/anti-material. Dengan berat 13,8 KG, anti tank ini bisa menembak sasaran hingga 2 km.

Anti-tank C-90
Anti-tank TNI AD lainnya adalah C-90 buatan Spanyol. Sama dengan PF 98, anti tank ini juga jenis roket, belum dilengkapi sistem kendali.
C-90 merupakan jenis RPG yang bisa dipasang piranti VN38-C, untuk kemampuan perang malam (night vision).

Infanteri dan pasukan khusus Indonesia memiliki jenis: C-90CR anti-armor, C-90-CR-RB (M3), C-90AM anti-personnel serta C-90BK bunker buster.

Roket anti-tank 90mm ini dilengkapi amunisi tandem HE dengan jarak tembak 300 meter untuk target bergerak. Ada sekitar 10 negara pengguna roket anti-tank ini, termasuk Malaysia.

Sekarang kita lihat anti-tank yang dimiliki Malaysia.

Baktar Shikan
Saat ini Angkatan Darat Malaysia memiliki dua tipe misi anti-tank ATGM, yakni Baktar Shikan (Pakistan) serta Metis-M (Rusia). Keduanya dilengkapi wire-guided dan SACLOS (Semi Automatic Close Lock On System) missile. ATGM akan mencari sendiri sasaran, ketika diarahkan ke target yang dituju.

ATGM Baktar Shikan Malaysia memiliki jarak tembak hingga 3 km, dengan kemampuan penetrasi 850mm RHA. ATGM Pakistan ini merupakan pengembangan dari HJ-8 China.
Baktar Shikan dibawa oleh kendaraan taktis seperti land rover, Wagon atau ACV 300 Malaysia.



ATGM Metis-M
Selain Indonesia, Malaysia juga memiliki Metis M atau AT-13 Saxtron-2. Beratnya setengah dari Baktar Sikan.

Metis M ini telah terbukti merontokkan MBT Merkava Israel dalam perang dengan Hezbullah tahun 2006 di Lebanon Selatan.

Selain itu, Angkatan Darat Malaysia juga memiliki anti-tank/anti-armor: RPG7V, Carl Gustav M2 RCL, C 80, M106 RCL serta AT4/AT4CS.

Baik Indonesia maupun Malaysia saat ini, sedang mencoba mendatangkan ATGM generasi ketiga, seperti K-ATGM Korea Selatan, FGM-148 Javelin Amerika atau Naq buatan India. ATGM generasi ketiga ini dipandu laser dan memiliki sistem fire and forget.


Sumber: JakartaGreater

Postingan terkait: