Merasa Ditentang, AS Ajak Indonesia Gabung Melawan Pasukan Presiden Suriah al-Assad


INDOSEJATI.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) angkat bicara untuk merespons pernyataan pemerintah Indonesia yang mengkawatirkan serangan rudal-rudal jelajah Tomahawk AS ke Suriah. AS melalui Kedutaan Besar-nya di Jakarta mengklaim tindakan mereka sesuai resolusi PBB dan hukum internasional.

Serangan 59 rudal Tomahawk terhadap pangkalan udara Suriah di Shayrat, Homs, terjadi Jumat pekan lalu. Washington klaim serangan itu sebagai respons atas serangan senjata kimia yang membunuh puluhan warga sipil tak bersalah di Khan Sheikhoun, Idlib, yang dituduhkan kepada pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr mengatakan AS memiliki dasar yang kuat untuk melakukan serangan itu. Yakni, respons atas kekejian rezim Suriah terhadap rakyatnya sendiri.

Diplomat AS ini bahkan berharap Indonesia bergabung dengan komunitas internasional untuk turut mengutuk rezim Presiden Assad atas serangan senjata kimia di Idlib.

”Saya harap pemerintah Indonesia akan bergabung dengan komunitas internasional untuk mengutuk rezim Assad yang menggunakan senjata kimia untuk membunuh warganya sendiri. Ini merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan pelanggaran terhadap resolusi DK PBB soal larangan senjata kimia,” ucap Donovan.

”Tindakan yang dilakukan AS itu memiliki justifikasi. Serangan yang dilakukan oleh AS sudah sesuai dengan resolusi DK PBB dan juga hukum-hukum internasional dan hanya diarahkan kepada aset-aset Assad yang digunakan untuk membuat senjata kimia pembunuh warganya,” lanjut Dubes Donovan.

”Jadi, kami mengambil langkah ini, karena ini bukan pertama kali Assad menggunakan senjata kimia untuk membunuh warganya sendiri, dan kami harap ini menjadi yang terakhir,” imbuh diplomat AS tersebut.


Sumber: Sindonews

Postingan terkait: