Korps Commandotroepen, Pasukan Elit Belanda yang Menginspirasi Pembentukan Kopassus


INDOSEJATI.com - Korps Commandotroepen adalah pasukan khusus andalan Belanda, yang merupakan inspirasi dari cikal bakal pembentukan pasukan khusus di Indonesia. Pembentukan Kopassus banyak terinspirasi dari pasukan Korps Commandotroepen atau biasa dikenal dengan sebutan KCT.

Satuan ini menggunakan baret hijau sebagai lambang identitas dan memiliki motto Nunc aut Nunquam atau Now or Never. KCT sangat terkenal sepak terjangnya dari sejarah panjang sejak perang dunia ke 2.

KCT memiliki 3 tugas utama yaitu military asistance, special reconnaissance, dan direct action, dimana kemampuan tersebut lazim dimiliki oleh pasukan khusus dunia. Sejarah panjang KCT bermula dari tahun 1942, dimana cikal bakal KCT dilatih oleh pasukan Inggris di Achnacarry, Skotlandia.

Dahulu KCT memiliki nama Regiment Special Troepen, dan ikut bertempur melawan TNI pada masa pemberontakan RMS. Kemampuan RST menarik perhatian Alex Kawilarang, dan bersama Idjon Djambi mendirikan pasukan sejenis dengan nama Kesatuan Komando Territorium, yang merupakan cikal bakal 'Korps Baret Merah'.

Menjadi personel KCT tidaklah mudah, calon prajurit harus melewati masa pelatihan selama 45 minggu yang terdiri dari introduction, basic airmobile training, introductory training, initial commando training, dan yang terakhir advance commando training. Usai melewati pelatihan yang panjang, para personel KCT harus menempuh pendidikan kemampuan individual seperti demolisi, komunikasi, sniper, medis, dan anti teror.



Sejarah operasi tempur KCT sangat banyak dan panjang, mulai dari operasi Market Garden 1944, Indonesia 1942-1949, Bosnia-Herzegovina pada 1994, misi perang Irak dan Afganistan. Pasukan KCT kerap bertempur bersama pasukan SAS Inggris dan SEAL Amerika di medan tempur Afganistan, dan sangat jarang misi keberhasilan KCT dipublikasikan bagi kepentingan publik.

KCT dilengkapi dengan persenjataan yang beragam, mulai dari senapan heckler and koch 416, glock 17, FN Herstal, senapan sniper accuracy AW, sniper barrett m82. Sedangkan senjata berat meliputi rudal panggul SPIKE, senapan mesin Browning M2 QCB, tidak hanya dibekali senjata api saja KCT juga memiliki sejumlah kendaraan tempur suzuki king quad 750, mercedes benz G280 dan kapal RHIB.

Keikutsertaan KCT pada misi tempur di Afganistan membuahkan sejumlah medali penghormatan, mulai dari 1 military order of William, 2 Bronze Lions, 8 Bronze Crosses, 5 Crosses of merit. KCT bertempur hebat pada misi di Provinsi Uruzgan, Afganistan dan 108 prajurit memperoleh medali penghormatan atas pengorbanan di medan tempur.

Sumber:HR

Postingan terkait: