Kedatangan Wapres AS & Kapal Induk AS di Selat Sunda. Ada Misi Apa ?


INDOSEJATI.com- Dalam beberapa hari ini pihak keamanan di ibukota Jakarta sangat sibuk. Selain menjaga keamanan untuk kelancaran Pilkada DKI putaran kedua yang berlangsung, juga sekaligus mempersiapkan rencana kunjungan orang nomor dua di Amerika Serikat. Wakil Presiden Mike Pence direncanakan berkunjung ke Jakarta.

Suasana Pilkada DKI baik di hari H pencoblosan maupun sesudahnya bagi sebagian besar warga DKI masih menjadi teka-teki. Akankah berjalan dengan aman atau sebaliknya? Mengingat, gelaran Pilkada DKI selama ini telah menguras emosi dan kekhawatiran warga masyarakat dengan berbagai kontroversi serta ketegangan di dalamnya. Kekhawatiran menguat, siapa pun yang menang potensi kericuhan tetap ada, baik direkayasa ataupun tidak.

Tentu saja, harapan sebagian besar warga bahwa Pilkada DKI tetap berjalan aman dan lancar.

Teka-teki lain, adalah kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence yang tidak bisa dianggap sebagai kunjungan kenegaraan biasa. Kalau wakil presiden lain, mungkin saja biasa, tapi ini kunjungan orang nomor dua dari negara adidaya, kekuatan ekonomi utama dunia, yang sudah pasti punya kepentingan strategis di Indonesia.

Entah kebetulan atau tidak, kunjungan Pence bertepatan dengan Pilkada DKI. Sebuah perhelatan yang menentukan pemimpin ibukota dari Indonesia, yang tidak bisa disamakan dengan pilkada daerah lainnya. Dalam berbagai kajian dan diskusi, Pilkada DKI pasti akan menarik kekuatan negara-negara besar yang selama ini punya kepentingan di Indonesia, salah satunya Amerika, dan satu lagi Cina.

Apakah kunjungan Pence ada hubungannya dengan Pilkada DKI? Tidak mudah untuk menjawabnya.

Dugaan lain tentang kedatangan Wapres AS ke Indonesia adalah kemungkinan untuk “menekan” Pemerintah RI terkait keberadaan Freeport di Papua. Sebagaimana diketahui, belum ada kesepakatan yang final mengenai bagaimana kelanjutan keberadaan tambang emas terbesar dunia itu di Papua.

Secara formal, pastikan tidak ada agenda khusus membicarakan soal Freeport antara Wapres AS Mike Pence dan Presiden RI Joko Widodo, tapi bukankah begitu dari dulu cara-cara negosiasi “bawah tangan” dilakukan?



Dalam agendanya, Mike Pence akan diterima secara resmi oleh Presiden Joko Widodo untuk pembicaraan tentang hubungan bilateral, Wapres AS itu juga akan menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Agenda utamanya adalah hal yang berkaitan dengan kepentingan kedua negara karena apapun ini adalah kunjungan pertama kali Wakil Presiden, kepala pemerintahan Amerika Serikat ke Asia, dan yang dikunjungi terbatas, yaitu Korea Selatan, Jepang, Indonesia dan Australia,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung kepada wartawan di Istana Merdeka.

Mike Pence mengunjungi Indonesia dalam rangkaian kunjungan pertamanya ke kawasan Asia. Pence mendarat di Korea Selatan untuk membicarakan kelanjutan soal sikap AS terhadap provokasi program senjata nuklir Korea Utara. Selain ke Korea Selatan Pence juga mengunjungi Jepang, sekutu AS di kawasan tersebut, juga untuk membahas hal sama.

Di Korea Selatan, Pence sempat mengunjungi zona demiliterisasi (DMZ) di Panmujom, kawasan yang membelah dua Korea, untuk menegaskan hubungan persekutuan kedua negara. Ayah Pence adalah tentara AS yang terlibat dalam perang Korea dan Panmujom adalah tempat ditandatanganinya gencatan senjata dalam perang Korea yang melibatkan Korea Selatan dan Korea Utara.

Pence tiba di Seoul Korea Selatan beberapa jam setelah Korea Utara melakukan peluncuran rudal namun gagal karena meledak sesaat setelah lepas landas.

Media Korsel melaporkan,  AS dan Korea Selatan meluncurkan latihan angkatan udara bersama untuk menjaga kesiapan melawan Korea Utara jika perang terjadi.

Teka-teki lain, adalah tentang keberadaan Kapal Induk Amerika USS Carl Vinson di Selat Sunda, Indonesia, sebuah selat antara pulau Jawa dan Sumatera. Padahal minggu lalu, Washington memerintahkan kapal induk ini agar bergerak ke semenanjung Korea, namun nyatanya saat ini posisinya di Selat Sunda atau sekutar 3.500 mil dari semenanjung Korea, kawasan yang dituju. Ada apa? Apakah ada kaitannya dengan kunjungan Mike Pence ke Indonesia?

Secara formal mungkin tidak ada hubungannya, karena keberadaan kapal induk AS bertenaga nuklir itu dalam misi perjalanan menuju Semenanjung Korea. Tapi sebagai sinyal, bisa saja dilihat sebagai upaya mengawal kedatangan Mike Pence ke Indonesia.

Kenapa tidak? Jika memang AS merasa ada kepentingan yang besar di Indonesia.

Media Defense News pertama kali melaporkan adanya foto-foto yang diakses dari situs resmi Navy.mil yang menyatakan bahwa posisi kapal induk USS Carl Vinson pada Sabtu (15/4) bukan di Semenanjung Korea tetapi di Selat Sunda, sangat dekat dengan wilayah darat Indonesia.

“Gugus kapal induk penyerang Carl Vinson membatalkan kunjungan yang semula direncanakan ke Australia untuk misi di Pasifik Barat,” mengutip sebuah pernyataan.

Sejauh ini, laporan tentang pergerakan Carl Vinson ke Semenanjung Korea datang dari Gedung Putih dan pejabat lainnya di Washington. Sementara, Angkatan Laut dan Komando Pasifik belum mengeluarkan laporan apa pun, dan tidak pernah menegaskan secara eksplisit bahwa Carl Vinson menuju Korea.

Grup Vinson terdiri dari kapal induk USS Carl Vinson, kapal perusak USS Wayne E. Meyer dan USS Michael Murphy, dan kapal penjelajah USS Lake Champlain.


Sumber: NusantaraNews

Postingan terkait: