AS Serang Suriah, Raja Salman Telepon Trump Ucapkan Selamat


INDOSEJATI.com - Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, pemimpin Arab Saudi, melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dalam percakapan itu, Raja Salman mengucapkan selamat kepada Trump atas serangan berani AS terhadap Suriah.

Selama percakapan telepon, Trump memberi penjelasan kepada Raja Saudi soal serangan 59 rudal jelajah Tomahawk dengan target pangkalan udara Shayrat, Suriah, pada Jumat dini hari waktu Suriah.

Serangan ini menghancurkan enam pesawat jet tempur MiG-23 dan sejumlah fasilitas lain. Sembilan orang tewas, termasuk tentara dan warga sipil yang tidak bersalah.

”Raja Saudi Salman mengucapkan selamat kepada Presiden AS atas keputusan yang berani ini, yang melayani kepentingan kawasan dan dunia,” bunyi pernyataan Kerajaan Arab Saudi yang dirilis kantor berita SPA.

Sebelumnya, Saudi ikut bergabung dengan negara-negara lain yang menyuarakan dukungan untuk AS dalam serangannya terhadap pangkalan udara rezim Suriah.

AS mengklaim serangan rudal-rudal Tomahawk dari dua kapal perang di Mediterania tersebut sebagai respons atas serangan senjata kimia di Khan Sheikhoun, Idlib, yang membunuh puluhan warga sipil termasuk bocah-bocah yang tidak bersalah.

AS meyakini, serangan senjata kimia diluncurkan pasukan Presiden Bashar al-Assad dari pangkalan udara Shayrat. Tapi, Assad membantah. Menurutnya, yang benar adalah pesawat-pesawat tempur Suriah menyerang gudang senjata teroris di Idlib yang di dalamnya tersimpan senjata kimia. Puluhan warga sipil yang tewas tersebut akibat terpapar senjata kimia yang bocor dari gudang senjata teroris.

Apa pun bantahan Suriah, Saudi tetap mendukung AS dan menganggap rezim Suriah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan senjata kimia.

”Sebuah sumber yang bertanggung jawab di Kementerian Luar Negeri menyatakan Kerajaan Arab Saudi mendukung penuh operasi militer Amerika terhadap sasaran-sasaran militer di Suriah, yang muncul sebagai respons terhadap penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah terhadap warga sipil yang tidak bersalah,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi.


Sumber:Sindonews

Postingan terkait: