Sudan Harus Minta Maaf ke Indonesia Terkait Fitnah Penyelundupan Senjata


INDOSEJATI.com - DPR RI meminta pemerintah Sudan meminta maaf kepada Indonesia, khususnya Kepolisian RI,karena pasukan perdamaian Indonesia FPU 8 Polri dituduh melakukan penyelundupan senjata saat akan pulang dari Darfur Utara.

"Pemerintah Sudan harus minta maaf kepada pemerintah kita, khususnya kepada Kepolisian RI," kata anggota Komisi III DPR RI, Hazrul Azwar di Jakarta, hari ini.

Pemerintah di Darfur Utara menyebutkan pasukan Indonesia yang tergabung dalam UNAMID ditangkap  di bandara Al Fashir, karena dituduh mencoba menyelundupkan senjata dan amunisi. Disebutkan, senjata dan amunisi yang diselundupkan meliputi 29 senapan Kalashnikov atau AK47, 6 senapan GM3, 61 berbagai jenis pistol, dan berbagai amunisi dalam jumlah besar. Belum diketahui jumlah pasukan Indonesia yang ditangkap tapi pasukan perdamaian yang tergabung dalam UNAMID terdiri 140 personel Polri.

Namun hasil investigasi Administrative Fact Finding, tidak ditemukan bukti-bukti yang cukup akan keterlibatan FPU 8, baik individual maupun institusi, dalam kasus penyelundupan senjata di Bandara El Fasher.

Hazrul turut mengapresiasi bahwa tidak ada penyelundupan senjata oleh pasukan perdamaian Indonesia yang tergabung dalam UNAMID tersebut.

"Kita sudah dengar tidak ada penyelundupan senjata, dan kita apresiasi bahwa itu tak benar," kata politisi PPP itu.

Ia juga meminta kepada Kapolri, Jenderal Tito Karnavian untuk memberitahu masyarakat, sehingga tidak tercipta stigma negatif terhadap anggota Polri yang berangkat ke Sudan.


Sumber:Rimanews

Postingan terkait: