Sedang Intai Kapal Induk Amerika di LCS, Pesawat TNI Dicegat Helikopter AS


INDOSEJATI.com - Situasi di Laut China Selatan memanas setelah Amerika mengirimkan kapal induk dan armada tempur mereka. Bahkan, kapal induk Amerika Serikat (mother ship) dengan nomor lambung 74 mendekati perairan Natuna.

Jaraknya lebih kurang 5 nautical miles dari dari FPSO Platform Anoa Premier Oil Natuna dengan dikawal dengan kapal Tabir Fregat dengan jarak 1.3 NM dan helikopter jenis Black Hawk. Selain itu kapal induk ini juga dikawal pesawat fighter yang tidak sempat tertangkap kamera.

Komandan Pangkalan TNI AL Ranai, Kolonel Laut (P) Arif Badrudin mengatakan pihaknya sudah mengetahui hal tersebut.

“Kami kawal kapal tersebut dengan KRI-STS 376 dan KRI SRI-352,” ujar Arif, kepada Redaksi.

Arif membenarkan jika kapal induk itu milik Amerika Serikat yang sedang melaksanakan misi FON (Freedom of Navigation). “Itu dari Amerika Serikat yang sedang melaksanakan operasi FON yang bertujuan untuk mencegah klaim berlebihan dari negara pantai,” terangnya.

Keberadaan armada tempur canggih Kapal induk Angkatan Laut AS USS John C Stennis sedang berlayar menuju ke Laut China Selatan.

Kapal damping kapal penjelajah USS Mobile Ray dan kapal perusak USS Stockdale dan USS Chung-hoon. Demikian juru bicara Armada Pasifik AS Clay Doss. pada tahun 2009 Natuna Juga Pernah di lintasi Kapal Prang Amerika.

Monitor Satuan Radar 212 TNI-AU di Batam menunjukkan sinyal mencurigakan pada Selasa 23 Juni 2009 sore lalu.

Terindikasi ada enam kapal perang asing memasuki kawasan alur laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Lokasi tepatnya di antara perairan Pulau Laut dan Pulau Subi Natuna.

Hasil pelacakan lebih jauh, keenam kapal perang itu milik AL Amerika Serikat. TNI-AU pun langsung berkoordinasi dengan TNI-AL Ranai.

Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan menerbankan pesawat cassa TNI-AL untuk mengintai keenam kapal perang AS tersebut. Hasilnya, keenam kapal dengan persenjataan lengkap dan serba otomatis itu memang berjalan beriringan di perairan Indonesia.

Tanpa melakukan tindakan apa pun, pesawat pengintai TNI-AL terus memantau pergerakan iring-iringan kapal perang AS itu. Setelah tiga jam mengintai, tanpa disadari sebuah helikopter puma AS mendekati pesawat pengintai tersebut.


Sumber: WartaKepri

Postingan terkait: