Makin Gila !! Korea Utara Sandera Warga Malaysia


INDOSEJATI.com - Hubungan Korea Utara dan Malaysia terus memanas. Setelah malam lalu Duta Besar Korea Utara meninggalkan Malaysia, Pyongyang langsung melarang warga negara Malaysia yang ada di Korea Utara meninggalkan negara komunis tersebut.
Kejadian ini merupakan buntut dari kisruh terkait kematian Kim Jong Nam, kakak tiri dari pemimpin Korut, Kim Jong Un.

Sementara investigasi masih terus berlanjut, pihak Korea Utara dan Malaysia saling mengeluarkan pernyataan-pernyataan kontroversial terkait keduanya.
Korut menuduh petugas keamanan Malaysia bertindak di luar hukum karena menangkap warga negaranya tanpa surat perintah. Bahkan, Dubes Korut untuk Malaysia, Kang Chol, juga sempat menuduh para polisi Malaysia menodongkan senjata dan melakukan kekerasan yang berlebihan saat melakukan penangkapan terhadap warga negaranya.

Kang Chol juga menuding Malaysia bekerja sama dengan pihak asing untuk merusak citra Korut. Menurut Kang Chol juga, penyelidikan kematian Kim Jong Nam oleh polisi Malaysia tidak bisa dipercaya. Komentar-komentar tersebut ditanggapi dengan pengusiran Kang Chol oleh Kementerian Luar Negeri Malaysia.

Dilansir AFP, Pyongyang melarang seluruh warga negara Malaysia meninggalkan Korea Utara.
Pernyataan tersebut dikutip dari Korea Central News Agency (KCNA), media resmi pemerintah Korea Utara, kemungkinan untuk menahan warga Malaysia sebagai sandera dalam hubungan kedua negara yang terus memanas.

“Semua warga negara Malaysia di DPRK sementara dilarang meninggalkan negara ini sampai insiden yang terjadi di Malaysia benar-benar terselesaikan,” ucap KCNA, meneruskan pesan dari kementerian luar negeri.

PM Malaysia kepada Korut: Bebaskan Semua Warga Malaysia!
Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak, bereaksi keras terhadap keputusan Korea Utara (Korut) yang melarang warga negaranya meninggalkan negara itu. Ia pun menyerukan Korut untuk segera membebaskan semua warga negara Malaysia.

"Saya mengutuk dalam istilah terkuat mungkin keputusan Korut untuk mencegah warga Malaysia meninggalkan negara itu," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Tindakan menjijikan ini, secara efektif menjadikan warga negara kami sebagai sandera, total mengabaikan semua hukum internasional dan norma-norma diplomatik," imbuhnya.

Najib mengatakan sebagai bangsa yang cinta damai, Malaysia berkomitmen untuk menjaga hubungan baik dengan semua negara. "Namun, melindungi warga negara kami adalah prioritas pertam Saya, dan kami tidak akan ragu untuk mengambil semua langkah yang diperlukan ketika mereka terancam," tegas Najib.

Najib menyatakan telah memerintahkan pertemuan darurat dengan Dewan Keamanan Nasional. "Saya juga telah menginstruksikan kepada Inspektur Jenderal Polisi untuk mencegah semua warga Korea Utara di Malaysia meninggalkan negara kami sampai kita yakin keselamatan dan keamanan semua warga Malaysia di Korea Utara," katanya.

Najib berharap akan ada resolusi untuk permasalahan ini. Ia pun menyerukan kepada pemimpin Korut untuk segera memungkinkan warga negara Malaysia meninggalkan negara itu untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.


Sumber: Kumparan

Postingan terkait: