Lima Pejabat Korut Dieksekusi dengan Senjata Anti-Pesawat


INDOSEJATI.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengeksekusi lima pejabat pertahanan negara dengan senjata anti-pesawat atas "pernyataan palsu" mereka yang membuatnya marah.

Seperti dikutip dikutip Associated Press, eksekusi dilaporkan badan intelijen Korea Selatan dan saat ini sedang didiskusikan dengan beberapa pejabat tinggi Seoul.

Korsel menduga eksekusi dilakukan di tengah kekhawatiran Kim Jong-un atas posisinya terkait kematian kakak tirinya, Kim Jong-nam, di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kelima pejabat yang dieksekusi adalah anggota dari Kementerian Keamanan Korut. Kepala kementerian itu, Kim Won-hong, dipecat atas laporan dugaan korupsi dan penyiksaan di jajaran internal.

Pemerintah Korsel menyebut pembunuhan Kim Jong-nam dan eksekusi terbaru dengan senjata anti-pesawat di Korut sebagai "rezim teror." Eksekusi memperlihatkan Kim Jong-un tak ragu-ragu menggunakan senjata pemusnah massal untuk menghabisi siapapun yang dianggap musuh.

Seoul menduga Kim Jong-un mungkin tidak mempermasalahkan langkah Tiongkok yang memangkas separuh impor batu bara dari Pyongyang. Menurut Korsel, Kim Jong-un kemungkinan masih fokus mengejar proyek misil antar benuanya, yang bertujuan mencapai daratan utama Amerika Serikat.

Mei 2015, Korut dilaporkan telah mengeksekusi Menteri Pertahanan Hyon Yong-chol dengan senjata anti-pesawat.

Hyon dieksekusi karena berani berbicara balik dan mengeluhkan kebijakan Kim serta tertidur dalam sebuah acara penting.

Sejak berkuasa setelah kematian ayahnya Kim Jong-il pada Desember 2011, Kim telah melakukan serangkaian eksekusi dan reshuffle pejabat. Menurut sejumlah analis, ini adalah upaya Kim dalam mempertegas kekuasaannya. Sebagian pakar lain menyebut aksi brutal ini mengindikasikan bahwa Kim masih berusaha menemukan jati diri.

Sejumlah sumber di Korsel menyebut 70 pejabat Korut telah dieksekusi sejak Kim menjadi kepala negara. Eksekusi yang paling menyorot perhatian sebelum Hyon terjadi pada 2013, ketika Kim membunuh pamannya sendiri, Jang Song-thaek, atas tuduhan pengkhianatan.


Sumber:IndoPost

Postingan terkait: