Temui Panglima TNI, Militer Australia Akhirnya Minta Maaf Soal Insiden Pancagila


INDOSEJATI.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menerima kunjungan Chief of Army Australia. Maksud kedatangan tersebut, Australia ingin menyampaikan pesan penyesalan atas insiden pelesetan 'Pancagila' dalam materi pelatihan di pangkalan militer.

"Ya saya hampir terlambat datang kesini karena Chief or Army datang kesini untuk bersama-sama Kasad menghadap saya membawa pesan chief of defense Australia menyampaikan yang pertama, menyampaikan pesan dari panglima Australia bahwa angkatan darat menyesalkan kejadian tersebut, baik angkatan daratnya maupun angkatan bersenjatanya," ujar Gatot seusai menghadiri Gala Dinner Hari Pers Nasional (HPN)  di Islamic Center Ambon, Maluku.

Dalam pertemuan itu, Australia menyampaikan bahwa kejadian tersebut tidak mencerminkan sikap institusi melainkan perorangan.

"Itu bukan cermin dari institusi tapi itu cermin perorangan," kata Gatot.

Oleh karena itu, Australia mengambil langkah untuk menutup sekolah tersebut. Hal itu dikarenakan, mereka menyadari bahwa kurikulumnya tidak sesuai.

"Untuk itu telah mengambil langkah menutup sekolah tersebut. Kemudian mengevaluasi kurikulumnya karena mengakui kurikulumnya tidak benar," terang Gatot.

"Dan yg paling penting adalah melaksanakan proses dan menghukum baik kepala sekolahnya sampai personel-personel yang bersangkutan dengan hukuman yang berdampak kepada karirnya," lanjutnya.

Gatot mengapresiasi itikad baik dari Chief of Defense Australia untuk menyampaikan langsung maksudnya kepada dirinya. Atas niat baiknya itu, Gatot pun mengucapkan terimakasih.

"Saya ucapkan terimakasih dan salam untuk Chief of Defense Force. Atensi saya terimakasih atas itikad baiknya untuk melalukan langkah-langkah dan menyampaikan kepada saya," katanya.

Namun Gatot menegaskan bahwa Pancasila merupakan ideologi bangsa yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Seluruh rakyat Indonesia, kata Gatot, rela mengorbankan nyawanya demi mempertahankan ideologinya.

"Biar saya jelaskan bahwa dalam pembukaan UUD 1945 bahwa bangsa Indonesia itu cinta damai, ikut serta melaksanakan ketertiban dunia sehingga bangsa Indonesia berprinsip zero enemy. Tetapi dalam pembukaan UUD juga tercantum Pancasila sebagai ideologi dan seluruh rakyat Indonesia berani mengobarkan nyawanya untuk menjaga ideologi," tegasnya.

Sebelumnya, Gatot sempat mengatakan pihak militer Australia dalam waktu dekat akan menyampaikan hasil investigasi terkait pelesetan 'pancagila'. Pelesetan ini yang jadi salah satu penyebab TNI menghentikan sementara kerja sama dengan Australia.

"Saya telah menerima surat dari Panglima Australia, Chief of Defense Force Air Chief Marshal Mark Binskin bahwa tanggal 8 nanti Chief of Army akan datang ke Indonesia menemui KSAD dan saya sambil menyampaikan hasil investigasi," ujar Gatot di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.


Sumber: Detik.com

Postingan terkait: