Dalam Hitungan Bulan, Sukhoi Su-35 Akan Segera Dimiliki Indonesia


INDOSEJATI.com - Kontrak pengiriman jet tempur canggih Sukhoi Su-35 untuk Indonesia diharapkan akan ditandatangani dalam beberapa bulan mendatang, kata Direktur Kerja Sama Internasional dan Kebijakan Regional Rostec Viktor Kladov kepada TASS.

“Kami harap kontrak Su-35 ini dapat ditandatangani dalam waktu dekat. Saya yakin (kontrak) itu akan ditandatangani dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Kladov.

Sebelumnya, Rusia dikabarkan hendak menandatangani kontrak pengiriman sepuluh unit jet tempur multiperan Su-35 kepada Indonesia.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah banyak menggunakan persenjataan dari Rusia. Saat ini, Indonesia memiliki 16 pesawat tempur Su-27SK/SKM dan Su-30 MK/MK2.

Sukhoi Su-35 direncanakan hadir menggantikan pesawat F-5 buatan AS milik Angkatan Udara RI yang sudah usang. Pesawat tempur canggih ini diyakini akan membantu Indonesia menggapai misi untuk membangun pasukan pertahanan modern dan akan menyelesaikan masalah yang dihadapi Indonesia sejak lama dalam melindungi kepulauan sepanjang lima ribu kilometer di bawah kekuatan militer.

Tentara Indonesia Sudah Belajar Bahasa Rusia

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) wajib mempelajari bahasa Rusia sebagai persiapan menyambut kedatangan pesawat Rusia Sukhoi Su-35 kelak, demikian dilaporkan situs resmi Angkatan Udara Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan Angkatan Udara Indonesia, Haryono, secara resmi membuka Kursus Intensif Bahasa Asing (KIBA) Rusia di Sekolah Bahasa (SESA) Iswahjudi Skadik 505 Wingdikum, Senin (3/10) lalu. Kursus berdurasi tiga bulan tersebut diselenggarakan dengan kerja sama dari Lembaga Bahasa Internasional Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (LBI FIB UI).

Dalam pidato pembukaan, Haryono menjelaskan bahwa kursus tersebut bertujuan mempersiapkan tentara Indonesia untuk menyambut kedatangan pasokan pesawat Sukhoi Su-35 Rusia yang kelak akan menjadi komponen utama dalam menjaga wilayah udara NKRI.

Haryono mengimbau para tentara untuk mengoptimalkan waktu dalam menjalankan kursus yang terbilang singkat tersebut.

Kursus KIBA Rusia gelombang pertama diikuti oleh 40 orang, terdiri dari enam orang perwira pertama, 32 orang bintara, dan dua orang tamtama. Semua peserta berasal dari Skuadron Udara 14 Lanud Iswahjudi.

Rencananya, kursus KIBA Rusia akan diikuti 84 orang dan dilaksanakan dalam tiga gelombang. Gelombang pertama terdiri dari 40 orang di Sesa Lanud Iswahjudi, gelombang kedua diikuti empat orang perwira Penerbang di Sesa Lanud Hasanudin Makasar, dan gelombang ketiga diikuti 40 orang akan dilaksanakan di sekolah Sesa Lanud Iswahjudi.


Sumber:RBTH

Postingan terkait: