Senjata Nuklir Indonesia ?


INDOSEJATI.com - Indonesia kini telah mampu membuat teknologi nuklir, tetapi Indonesia telah berkomitmen untuk tidak membuat nuklir sebagai senjata. Indonesia hanya akan menggunakan teknologi nuklirnya untuk hal-hal yang bermanfaat untuk manusia dan kemanusiaan," ujar anggota Komisi I DPR, M. Nadjib.

Banyaknya ahli nuklir di Indonesia dan SDM kita pun banyak dipakai oleh negara lain untuk menngembangkan teknologi nuklir,itu artinya kalau mau dengan mudah Indonesia jika berniat membuat senjata nuklir. Indonesia juga mempunyai SDA (Sumber Daya Alam) uranium yang cukup seperti tambang uranium di Mamuju, Sulawesi Barat yang merupakan terbaik di Indonesia. Tambang di Mamuju inilah yang sedang di incar pihak asing. Selain Mamuju ada beberapa tambang Uranium seperti tambang Remaja-Hitam dan tambang  Rirang-Tanah Merah. Kedua uranium tersebut terletak di Kalimantan Barat

Dengan adanya Sumber daya Alam dan didukung oleh Sumber Daya Manusia yang ahli dalam bidang nuklir,otomatis Indonesia bisa mudah mengembangkan Teknologi Nuklir menjadi senjata. Namun yang dikhawatirkan adalah pihak asing yang ingin menguasai sumber daya alam kita, dengan dalih pemusnahan Nuklir. Padahal kita memakai nuklir untuk kemanusiaan, namun besar kemungkinan tetap dituduh oleh pihak asing adalah untuk pembuatan senjata, seperti yang terjadi di Iran.

Negara kitapun sebetulnya telah diawasi dan disoroti oleh 3 negara besar, sadar ataupin tidak. Kandungan uranium di Sulbar telah diketahui banyak negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat (AS), Rusia, China, dan banyak negara besar lainnya.

Karenanya Pemerintah RI harus hati-hati dengan Pengelolahan SDA tersebut. Penulis Harap RI tidak gegabah apalagi menjual SDA yang sangat Bermanfaat sekaligus bisa mematikan Ini kepada pihak asing.

Komitmen Indonesia
Indonesia berkomitmen untuk tidak menggunakan teknologi nuklirnya untuk membuat senjata nuklir. Indonesia pun dianggap berhak untuk meminta kompensasi dari negara-negara maju atas komitmennya tersebut.

"Indonesia sudah berkomitmen untuk tidak membuat senjata nuklir. Indonesia hanya akan menggunakan teknologi nuklirnya untuk hal-hal yang bermanfaat untuk manusia dan kemanusiaan," ujar anggota Komisi I DPR, M. Nadjib, di sela-sela seminar Kawasan ASEAN Tanpa Senjata Nuklir di Hotel Borobudur, Jakarta.

"Dengan komitmennya itu Indonesia berhak untuk mendapatkan kompensasi dari negara-negara maju yang mendukung pemusnahan senjata nuklir," lanjut Nadjib.

Nadjib menerangkan kompensasi yang telah didapatkan Indonesia antara lain bantuan pelatihan dan pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang teknologi nuklir. Menurutnya hal tersebut sangat bermanfaat bagi Indonesia karena teknologi nuklir juga dapat digunakan untuk memantau bencana alam.

"Alat-alat yang digunakan dalam teknologi nuklir sangatlah canggih dan dapat juga dipakai untuk memantau bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, seperti tsunami maupun gunung meletus," pungkas anggota Komisi I itu.

“Itu sebabnya komunitas internasional mengawasi sangat ketat negara-negara yang diketahui memiliki tenaga nuklir, seperti Iran,” lanjut Nadjib.

Nadjib menyebut komunitas internasional curiga dengan niat Iran untuk mengembangkan teknologi nuklir karena teknologi tersebut memang dapat dengan mudah diselewangkan untuk membuat senjata nuklir.

“Iran walaupun sampai sekarang tidak terbukti mengembangkan senjata dan mau bekerja sama dengan IAEA, namun tetap saja pihak Barat curiga dengan Iran,” terang anggota DPR itu.


Sumber: Okezone

Postingan terkait: