Terinspirasi Indonesia, Donald Trump Akan Tiru Strategi ala Jokowi ?


INDOSEJATI.com - Donald Trump yang baru saja terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45 diperkirakan akan membuat program tax amnesty (pengampunan pajak) seperti yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Indonesia.

Langkah itu dilakukan untuk memulangkan dana hingga US$ 2,5 triliun milik warga AS yang disimpan di berbagai belahan dunia, terutama di Eropa.

"Memang ini lucu, banyak orang memperkirakan Presiden Trump meniru mengikuti jejak Presiden Jokowi, mengadakan tax amnesty karena persoalan Amerika menyimpan sampai US$ 2,5 triliun di luar Amerika," ungkap Kepala BKPM, Thomas Trikasih Lembong, dalam diskusi DBS Asian Insights Conference di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta.

Saat ini para penasihat Trump sedang mempertimbangkan adanya program tax amnesty setelah melihat keberhasilan Indonesia.

"Menarik jadi Indonesia telah berhasil menjalankan tak amnesty-nya, sampai sekarang merupakan program tax amnesty paling berhasil dalam sejarah dunia. Tim penasihat Donald Trump juga sedang mempertimbangkan mengadakan hal yang sama tax amnesty di Amerika. Itu memang bisa punya dampak yang besar," ucapnya.

Lembong menambahkan, kalau program tax amnesty benar-benar dijalankan oleh AS maka situasi perekonomian Eropa bisa terguncang. Kondisi itu harus diwaspadai karena bisa berdampak luar biasa.

"Kebanyakan uang itu disimpan di Eropa, jadi kalau itu terjadi mungkin repatriasi secara besar-besaran terjadi dari Eropa ke Amerika, itu contoh perkembangan yang harus diwaspadai," tuturnya.

Selain program tax amnesty, Trump juga kemungkinan akan fokus pada program-program pembangunan infrastruktur, seperti halnya Jokowi.

"Ada wacana Presiden Trump adalah untuk meluncurkan program infrastruktur, jadi balik lagi seperti Pak Jokowi, infrastruktur. Presiden Trump sudah mengatakan akan mendanai infrasturktur menggunakan APBN mereka, bukan menggunakan dana investor. Mereka tidak meliki keterbatasan APBN, mereka akan danai infrastruktur dari APBN kemudian mengangkat ekonomi Amerika, itu sangat positif," tukas dia.

Lembong yakin Indonesia tetap dapat meningkatkan ekspornya ke AS meski Trump nantinya membuat kebijakan-kebijakan yang proteksionis. Sebab, perekonomian AS diyakini akan tumbuh lebih pesat di bawah Trump, daya beli masyarakatnya meningkat, sehingga permintaan akan produk-produk asal Asia semakin tinggi.

"Kalaupun sampai Trump pasang tarif melakukan kebijakan yang proteksionis, dilain sisi perekonomian Amerika makin kencang, penghasilan konsumen Amerika makin tinggi. Itu kan tetap menyedot ekspor dari Asia timur termasuk Indonesia," tutupnya.


Sumber:http://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3347865/orang-as-simpan-us-25-t-di-negara-lain-apakah-trump-bakal-tiru-jokowi

Postingan terkait: