Karena Aksinya, Menteri Susi Dimusuhi Orang Thailand


INDOSEJATI.com - Popularitas Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merambah hingga ke Thailand. Nama Menteri Susi kerap diperbincangkan para nelayan di Negeri Gajah Putih itu di berbagai kesempatan.

Tempo mengunjungi tiga provinsi di Thailand yang terkenal dengan pelabuhan dan kapal – kapal ikannya. Di sana, tiap awal kapal ikan yang ditemui, menyebut nama Susi. “Sejak ada Susi kami susah mencari ikan,” kata Ileun Chuk, 61 tahun, saat ditemui di pelabuhan Mahachai, Samut Sakhon, akhir Januari kemarin.

Ileun sudah 20 tahun mencari ikan di sekitar Benjina, Tual, dan Merauke. Itu sebabnya ia bisa bahasa Indonesia meski sepotong – sepotong. Ia nakhoda kapal Antasena 321 yang berukuran sekitar 200 gross tones milik pengusaha Thailand. Saat ini, katanya, ada calo di Jakarta yang tengah mengurus surat izin kapalnya. “Tapi kami mungkin tidak bisa ke Indonesia lagi,” katanya.

Sekitar 2 kilometer dari lokasi Ileun memperbaiki kapalnya, Tempo bertemu dengan Saneh, 45 tahun. Ia seorang kepala kapal mesin, jabatan orang nomor dua setelah nakhoda, di atas kapal. Saneh bahkan menepuk jidatnya sambil menyebut nama Menteri Susi. “Kami susah, nelayan di Indonesia juga susah,” katanya dengan bahasa Indonesia yang nyaris fasih karena sudah hampir 20 tahun melaut ke Indonesia.

Menteri Susi lewat Peraturan Menteri Nomor 56/2014 memoratorium izin kapal – kapal eks asing yang selama ini mencari ikan di Indonesia. Khususnya kapal asal Thailand dan Cina. Moratorium itu berlaku sejak 3 November 2014 hingga 30 April 2015 dan direncanakan akan diperpanjang.

Di dermaga sekitar Pak Nam, Provinsi Samut Prakan, Tempo bertemu Sei, 46 tahun. Ia mengaku kesal dengan Susi. Akibat moratorium itu, hampir empat bulan ia luntang - lantung tidak ada pekerjaan. Ia kerap bertugas sebagai tekong--semacam mandor bagi awak kapal. “Menteri Susi bikin rezeki kami susah,” kata Sei sambil menunjukkan jempol dibalik.

Di Provinsi Songkhla, Nama Susi juga berkibar. Monthe, pemilik kapal KM Graha Mina 08 langsung menyebut nama Susi saat Tempo memperkenalkan diri dari Indonesia. “Kami hanya bisa mencari ikan di Thailand gara – gara Susi,” katanya.

Menteri Susi tertawa saat Tempo menceritakan popularitas namanya. Ia tidak peduli dengan tanggapan dan komentar para nelayan itu. Baginya, nelayan - nelayan asing sudah terlalu banyak mengeksploitasi laut Indonesia dan tidak memberikan kesempatan bagi nelayan lokal. “Biar saja mereka marah, yang penting nelayan kita sejahtera,” katanya dua pekan lalu.

Sumber:Tempo.co

Postingan terkait: