Korea Utara Mempersenjatai Pasukan Elitenya Dengan Ransel Nuklir


INDOSEJATI- Setelah melakukan serangkaian uji coba nuklir yang sukses, Korea Utara menyusun sebuah unit militer elit yang akan dilengkapi dengan “ransel nuklir,” menurut sebuah sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Pekan lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyebut kemampuan nuklir baru Pyongyang setelah tes peluncuran rudal balistik yang sukses dari sebuah kapal selam di Laut Jepang.

“Korea Utara telah bergabung dengan peringkat terdepan kekuatan militer yang dilengkapi dengan kemampuan serangan nuklir”, katanya.

Dalam perkembangan terakhir, sumber dari pejabat negara mengklaim bahwa Pyongyang telah diam-diam mengembangkan unit militer rahasia yang terdiri dari pasukan khusus dan dilengkapi dengan “ransel nuklir,” menurut International Business Times.

“Pasukan khusus dipilih dari masing-masing peleton pengintai dan brigade infanteri ringan untuk membentuk unit paket nuklir seukuran batalion”, kata sumber itu.

Fungsi utama dari ransel nuklir tersebut masih belum dijelaskan secara rinci. Beratnya antara 22 – 62 pound, apakah unit akan meledakkan diri atau hanya semacam penyemprot atom.

“Kapal induk musuh akan terbalik bahkan jika ransel nuklir itu diledakkan dari jarak jauh”, kata sumber tersebut. “Ini bertujuan untuk memperkuat persenjataan psikologis tentara Korea Utara dan untuk mencegah mereka dari menjadi takut perang”.


Namun menurut sumber yang sama, juga menegaskan bahwa sebagian paket tidak akan membuat ledakan nuklir besar, tetapi akan berisi bahan nuklir yang dapat disemprotkan kepada musuh.

“Setelah uranium telah disemprotkan di suatu wilayah, orang tidak bisa hidup di sana selama beberapa dekade karena terkontaminasi radioaktif”, ujar sumber itu. Ketegangan di semenanjung Korea telah semakin meninggi beberapa waktu terakhir.

Seoul berencana untuk menginstal sistem rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), akibat ancaman dari Pyongyang. Bagaimanapun juga Rusia dan China telah menyebut instalasi THAAD sebagai ancaman bagi keamanan nasional.

Sumber: Sputnik News

Postingan terkait: