"Kalau Pesawat Malaysia Bawa Bom Bagaimana? Makanya Diusir"


INDOSEJATI.com- Panglima TNI Gatot Nurmantyo menegaskan telah mengusir pesawat Hercules C-130 di atas Natuna. Pengusiran itu dilakukan karena masuknya pesawat milik Angkatan Udara Malaysia ini tidak berdasarkan perizinan.

"Itu sudah diusir pangkohaldnas karena memasuki wilayah Indonesia. Kita tanya sama LO katanya tidak ada. Pesawat F 16 di Natuna diterbangkan di udara, komunikasi tidak ada, maka kita intercept kita kawal dan keluar," kata Gatot kepada wartawan, Jumat (1/7).

Akan hal itu, Gatot mengungkapkan akan terus melakukan pengecekan secara ketat pesawat atau transportasi udara yang akan ke Indonesia. Hal itu dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan.

"Kalau kita lihat masuk saja sudah intercept berarti sudah siapkan. Kita selalu siap 24 jam kalau ada masuk wilayah kita tanpa izin, kita beritahu, ya kita intercept. Kalau tidak intercept tiba-tiba masuk ke kota besar dengan bom bagaimana? Itu kepentingannya," jelasnya.

Diketahui sebelumnya, insiden ini terjadi hanya berselang dua hari setelah Presiden Joko Widodo memantau langsung situasi di Laut Natuna, tepatnya Sabtu (25/6) lalu, beberapa saat setelah kapal coast guard China memprovokasi TNI AL saat menangkap kapal nelayan mereka.

Sementara, pejabat Malaysia mengakui pesawat militer mereka diusir oleh jet tempur Indonesia. Pengusiran itu terjadi ketika Hercules C-130 melakukan penerbangan dari Malaysia Timur menuju Malaysia Barat.

"Itu (penerbangan melintasi Kepulauan Natuna) merupakan rute biasa," ungkap salah satu pejabat Malaysia, seperti dikutip dari Channel News Asia.


Sumber:http://www.merdeka.com/peristiwa/panglima-tni-soal-usir-pesawat-malaysia-kalau-bawa-bom-gimana.html

Postingan terkait: