Amerika Katakan Keputusan Den Haag Mengikat, China Tak Mau Patuh


INDOSEJATI.com- Pemerintah Amerika Serikat mengomentari keputusan mahkamah arbitrase internasional Den Haag 12/7/2016, terkait sengketa wilayah di Laut China Selatan, yang diajukan Filipina menggugat Klaim China.

Washington mengatakan, keputusan mahkamah arbitrase yang menyebut China tidak memiliki hak historis atas seluruh kawasan Laut China Selatan bersifat mengikat secara hukum.

Selama ini, Washington sangat berhati-hati dalam menempatkan diri dalam hal gugatan Filipina terhadap klaim maritim China.

Namun, setelah mahkamah arbitrase internasional menjatuhkan keputusannya, Washington meminta Filipina dan China mematuhi keputusan tersebut.

“Pemerintah AS meminta kedua pihak memenuhi kewajiban mereka,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, John Kirby.

Sebelumnya, pengadilan arbitrase internasional di Den Haag, Belanda memutuskan, China tidak memiliki hak historis untuk menguasi seluruh kawasan Laut China Selatan di bawah klaim “nine-dashed line”.

Amerika Serikat tidak memiliki klaim wilayah di perairan seluas tiga juta kilometer persegi itu, tetapi Washington menekankan semua kapal dagang berhak melintasi wilayah yang selama ini sebagai perairan internasional.

Di sisi lain, AS merupakan sekutu dari beberapa negara Asia Tenggara yang bersengketa dengan China terkait Laut China Selatan, salah satunya, Filipina yang mengajukan gugatan ke mahkamah arbitrase internasional.

“Keputusan yang ditetapkan mahkamah arbitrase terkait sengketa Filipina-China merupakan kontribusi penting dalam mencapai penyelesaian sengketa Laut China Selatan secara damai,” ujar Kirby.

Menurut Kirby, pemerintah AS kini sedang mempelajari keputusan itu dan belum memiliki komentar lebih jauh terkait sengketa ini. Namun, pemerintah AS menekankan, keputusan mahkamah arbitrase harus dihormati.

“Pemerintah Amerika Serikat sangat mendukung penegakan hukum. Kami mendukung upaya penyelesaian sengketa wilayah dan maritim di Laut China selatan secara damai, termasuk melalui sidang arbitrase,” ujar Kirby.

“Seperti yang tertuang dalam konvensi, keputusan mahkamah arbitrase adalah final dan mengikat secara hukum, baik untuk China dan Filipina. Kami mendesak kedua pihak tidak mengeluarkan pernyataan provokatif,” Kirby mengingatkan.

Namun, pemerintah China langsung menanggapi keras keputusan mahkamah arbitrase dan menegaskan pemerintah China tidak akan menerima atau mengakui hukum internasional yang telah ditetapkan pengadilan arbitrase di Den Haag, Belanda.

Sumber : Kompas.com

Postingan terkait: