Inilah Senjata Yang Berasal Dari Luar Angkasa, Salah Satunya Dari Indonesia!

INDOSEJATI.com- Senjata-senjata tajam pada masa lalu dibuat khusus oleh “sang ahli tempa” yang di Indonesia bisa disebut Empu atau dalam bahasa Inggris disebut blacksmith atau bladesmith.

Untuk kekuatan suatu senjata tajam, metalurgi sangat penting agar senjata tersebut dapat memiliki kekuatan yang maksimal ketika mereka diadu dalam sebuah pertempuran sengit.

Untuk memenuhi kriteria tersebut, beberapa diantara senjata itu bahkan materinya berasal dari luar angkasa. Ada beberapa senjata yang metalurginya memang telah diteliti oleh ilmuwan dan ternyata materinya berasal dari luar Bumi.

Selain kuat, benda-benda yang berasal dari luar angkasa kerap dianggap menjadi objek yang tak ternilai, bahkan mengandung kekuatan tersembunyi. Salah satunya adalah meteorit, atau batu meteor yang berhasil mencapai permukaan planet kita.

Berikut ini adalah senjata yang materinya berasal dari luar Bumi alias dari meteorid, diantaranya:

1. Pedang Excalibur (Inggris)

Berdasarkan legenda, pedang Excalibur atau Caliburn milik Raja Arthur dari Inggris pun terbuat dari meteor. Kisah ini bahkan menginspirasi munculnya novel seperti “The Sword of Avalon”.

Pedang Excalibur sendiri menurut legenda memiliki kekuatan ajaib yang memberinya hak untuk berkuasa di Inggris.

Kadang Excalibur dan Sword in the Stone (bukti keturunan Arthur) dianggap sebagai senjata yang sama, namun dalam banyak versi keduanya dianggap berbeda. Dalam bahasa Wales pedang ini bernama Caledfwlch.

Nama Excalibur berasal dari bahasa Perancis kuno “Excalibor”, yang berasal dari bahasa Latin “Caliburnus”. Dalam legenda Arthur, ada dua cerita mengenai asal pedang ini.

Yang pertama adalah legenda “Sword in the Stone”, pertama muncul dalam puisi Robert de Boron Merlin, di mana Excalibur hanya dapat ditarik dari batu oleh orang yang berhak menjadi raja, yaitu Arthur.

Dalam versi kedua, yang muncul dalam Suite du Merlin, Arthur menerima Excalibur dari Lady of the Lake setelah pedang pertamanya rusak dalam pertempuran melawan raja Pellinore.



2. Katana Tentetsutou (Jepang)

Tentetsutou berarti “Pedang Surga” adalah sebuah pedang tradisional Jepang jenis “Katana” yang dibuat oleh ahli pedang legendaris Yoshindo Yoshiwara. Katana yang indah ini ditempa dari besi yang terdapat di batu meteorit raksasa Gibeon.

Meteorit ini jatuh di Naminia di masa prasejarah dan diperkirakan berumur 4 miliar tahun! Saat ini Katana Tentetsutou disimpan di Institut Teknologi Chiba, tepatnya di menara Tokyo Skytree, bersama dengan sisa meteorit Gibeon.

Menurut Institut Chiba, pedang Tentetsutou melambangkan keharmonisan hubungan antara teknologi manusia dan luar angkasa.


3. Pisau Belati Raja Jahangir (India)

Nur-ud-din Mohammad Salim yang dikenal dengan nama kekaisarannya yakni Raja Jahangir (30 Agustus 1569 – 8 November 1627) adalah Kaisar Mughal keempat yang memerintah dari 1605 sampai kematiannya pada tahun 1627.

Nama Jahangir berasal dari istilah Parsi جہانگير, yang artinya “Penakluk Dunia”. Nur-ud-din atau Nur al-Din adalah istilah Bahasa Arab yang artinya “Cahaya Iman”.

Raja Jahangir dari kerajaan Mughal di India ini memerintah dari tahun 1605-1627 memiliki sebuah belati yang juga terbuat dari batu meteorit. Kisah bermula saat sebuah meteorit jatuh di kawasan Punjab bulan April tahun 1621 silam.

Dari catatan kuno soal meteorit tadi, salah satu petugas kerajaan memerintahkan warga untuk menggali tanah bekas jatuhnya meteor. Semakin dalam menggali, semakin panas tanah, hingga mereka sampai ke sebuah besi membara bagai baru keluar dari tungku pemanggang.

Batu meteorit ini kemudian oleh raja Jahangir dianggap sebagai pemberian dari Tuhan, sama halnya seperti kekuasaan yang kini dibebankan padanya. Raja Jahangir lantas menyuruh seorang pembuat pedang untuk menempa batu meteorit tadi menjadi dua buah pedang dan sebilah belati.



4. Pedang James Sowerby (Russia)

James Sowerby adalah seorang seniman sekaligus ahli sejarah dan kolektor batu meteor, yang pada masa lalu ia ingin membuat sebilah pedang bagi penguasa Rusia, Alexander I atau Tsar Rusia periode 23 Maret 1801–1 Desember 1825, dan sekaligus Raja Polandia periode 1815–1825.

Raja dari Kekaisaran Rusia yang bernama Alexander I atau Aleksandr Pavlovich Romanov atau Tsar Aleksandr I ini dianggap berjasa setelah mengalahkan Napoleon Bonaparte di tahun 1814, dan membawa kedamaian di Inggris, negara Sowerby.

Besi bahan pedang itu diambil dari batu meteorit yang jatuh di Tanjung Harapan, Afrika Selatan. Di pedang tersebut tertulis:

“Besi ini, yang jatuh dari Surga saat kunjungannya ke Inggris, diserahkan kepada Tuanku Alexander, penguasa dari semua orang Rusia yang telah ikut dalam perang untuk memberi kedamaian di seluruh Eropa, dari James Sowerby F.L.S G.S. Anggota dary Physical Society Gottingen, Juni 1814.”

Meski diberikan pada tahun 1814, pedang ini baru sampai ke tangan Alexander I pada tahun 1819. Hal itu terjadi akibat rumitnya birokrasi untuk memberi hadiah pada Alexander I.



5. Keris Kanjeng Kyai Pamor (Indonesia)

Tidak hanya pedang-pedang dari luar negeri saja, Indonesia juga memiliki senjata yang terbuat dari batu meteor, yakni dari jenis keris atau dalam bahasa Inggris disebut “kris”.

Senjata tradisional yang biasa dipakai di pulau Jawa dan kepulauan Nusantara hingga se-Asia Tenggara yang dimaksud ini adalah keris bernama “Kanjeng Kyai Pamor” yang dibuat pada era Raja Pakubuwono III, dari Jawa Tengah. Ketika itu di tahun 1749, sebuah meteorit jatuh di daerah Prambanan. Alkisah pecahan meteorit ini lantas diserahkan ke empu Brojoguna untuk dijadikan keris.

Keris ini terlihat sangat indah berkat motif pamor dari campuran besi dan cairan asam khusus. Selain indah, keris berbahan meteor ini juga dianggap mempunyai kekuatan magis dan karakter tersendiri. Alhasil, keris meteor ini disebut memiliki nilai yang sangat tinggi.

Foto atau gambar dari Keris Kanjeng Kyai Pamor ini belum banyak yang mengetahuinya, bagaimana penampilan fisiknya juga tak dijumpai di musium, bahkan di internet. Para ahli keris berpendapat bahwa keris ini masih ada namun disembunyikan oleh pemiliknya karena banyak dicari oleh pemburu dan pencinta keris sedunia.




Di era modern dan semakin canggihnya masa kini, maka semakin banyak juga senjata tajam seperti pisau, belati dan pedang yang juga dibuat dari bahan “batu luar angkasa” alias meteorid ini.

Selain kelangkaannya, juga karena faktor gengsi dan keindahannya. Selain itu dari semua keunggulannya, pastinya harga senjata ini sangat mahal di pasaran dunia.

Oleh karena faktor-faktor itulah, di era modern ini masih ada beberapa senjata tajam lainnya yang juga telah dibuat dari batu meteorid dari luar angkasa seperti yang disebut diatas yang tak semuanya bisa kami cantumkan.


 Sumber:https://indocropcircles.wordpress.com/2016/06/01/senjata-senjata-dari-luar-angkasa-salah-satunya-dari-indonesia/

Postingan terkait: