Unit Pasukan Paling Terlatih Milik Malaysia ” VAT 69″


INDOSEJATI.com- Pernah dengar unit VAT 69 ?. Ya, unit ini adalah unit militer khusus negara tetangga Malaysia yang sangat dirahasiakan. Bahkan ia adalah unit khusus paling tua dari seluruh unit commando khusus Malaysia (bakan dari unit militer sekalipun) yang sudah ada seperti sekarang ini. Bila diumpakan unit ini adalah PELOPOR-nya BRIMOB INDONESIA. Atau tepatnya lagi unit ini hampir sama dengan unit PELOPOR KHUSUS PELOPOR (informasi ini tidak memiliki maksud tertentu dalam upaya mengancam kerahasian negara, berujuan hanya sebagai sarana pengenalan terhadap POLRI) yang memang tidak banyak masyarakat tahu unit ini eksis di dalam kepolisian Republik Indonesia.
VAT 69 Adalah salah satu unit yang berani dan pernah berlaga di pedalaman kalimantan (kabarnya) melawan Salah satu unit pasukan khusus Indonesia yang kala itu sangat ditakuti karena keterampilannya dalam peperangan hutan dan rawa. Di mana ketika itu gurkha dan pasukan orang-orang India bentukan Inggris pun malah babak belur dan kewalahan.

Dalam upaya Menghadapi permasalahan ini, Inggris tak berpangku tangan. Inggris melalaui kordinasi dengan pihak kerajaan Malaysia kemudian membentuk pasukan ini dengan seleksi yang sangat ketat menyangkut kemampuan tempir gerilya.

Diketahui Pasukan ini secaa bersama-sama degan unit SAS, mampu memberikan perlawanan yang berarti dalam upayanya menahan laju pergerakan PEMBERONTAK KOMUNIS yang disisipi unit-unit khusus Indonesian kala itu (informasi ini dihimpun dari berbagai sumber, penulis tidak bertanggung jawab atas kebenaran beritanya).

Perkenalkan, Pasukan Gerak Khas (PGK) adalah pasukan elit kontra-terorisme dan operasi khusus satuan taktis dari Polisi kerjaan malaysia (RMP). PGK memiliki dua subdivisi yang berbeda Yaitu, PPN 69 (sebelumnya VAT-69 atau komando 69) dan UTK atau dikenal sebagai Unit Tindakan khusus. PGK ini mempunyai kemampuan menangani berbagai operasi khusus dari operasi kontra-terorisme sampai operasi penyelamatan sandera.

Ukuran sebenarnya dan organisasi ini dirahasiakan dari publik, mempunyai tugas menegakkan hukum Malaysia melalui operasi laut, udara dan darat.

PGK adalah komponen penting dari RMP (Royal Malaysian Police). Dikenal dengan Maroon baretnya, Sebuah simbol Pasukan Gerak Khas Detasemen A atau Unit Tindakan Khusus (UTK) dan badge Trimedia Parachute wing, Hal ini juga mengidentifikasi kemampuan mereka dalam operasi penerjunan udara dan serangan udara yang dianugerahkan sendiri oleh instruktur mereka, perwira SAS.



Adapun peran PGK diyakini meliputi:

1. Ppengumpulan intelijen dalam misi pengintaian yang mendalam dan operasi warfare.

2.Specialisasi untuk mendukung RMP Cabang Khusus dalam memerangi organisasi subversif atau operasi terselubung.

3.Counter Terorisme, yaitu penindakan terhadap kegiatan terorisme di dalam wilayah Malaysia yang dalam hubungannya berkaitan dengan operasi penegakan hukum.

4. Unit reaksi cepat dalam menangani kejahatan bersenjata dalam wilayah operasi.

5. Unit Counter terorisme Malaysia di luar wilayah Malaysia; termasuk Operasi Astute di Timor Leste.

6. Pencarian dan operasi penyelamatan di dalam atau di luar wilayah Malaysia, seperti operasi bantuan pasca tsunami 2006 di Aceh, Indonesia.

Ketika dahulu dikenal sebagai unit Task Force, Charlie Force dan Tim tugas Khusus, VAT 69 merupakan pasukan yang mengambil Special Air Service Regiment(SAS) Inggris sebagai model komandonya. Dibentuk pada tahun 1969 (itu pulalah yang menjadi penyebab pasukan ini di sebut dengan very able tropper 1969), sebagai unit tempur kecil untuk melawan taktik dan teknik gerilya komunis yang pada saat itu kabarnya dilatih oleh unit Khusus indonesia yang sangat di segani kemampuannya Bahkan oleh SAS sendiri.

Semuanya dimulai ketika Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Internal, Datuk Allahyarham (alm,) Tun Dr. Ismail mengusulkan pembentukan pasukan khusus untuk memerangi pemberontakan komunis pada tahun 1969. Pada bulan Oktober 1969, 60 orang dari 1.600 perwira dan prajurit dari Jungle Squad diseleksi dengan mengikuti pelatihan dan kualifikasi untuk pelatihan komando dasar.

Sekelompok instruktur dari British Special Air Service Regiment dikirim ke Fort Kemar, Perak untuk mengawasi cikal bakal Commando 69. Hanya 30 orang berhasil lulus dan mereka membentuk pasukan inti 69 Commando Battalion. Pada 1970-an, PPN 69 mulai beroperasi dan berhasil dikerahkan menghadapi ancaman komunis. Hasilnya pergerakan komunis dapat dinetralisasi dan sejumlah besar senjata dan peralatan disita. Hal ini juga didukung dengan adanya upaya perbaikan hubungan ke-2 negara pasca konfrontasi. Pada tahun 1977, tiga skuadron baru dibesarkan dan dilatih oleh Selandia Baru SAS dan kursus khusus juga dilakukan untuk melatih instruktur mereka sendiri. Program ekspansi ini selesai pada tahun 1980 dan PPN 69 memiliki unit yang lengkap dengan departemen logistik sendiri.

Polisi Kerajaan Malaysia kemudian mengorganisir PPN 69/VAT 69 dan UTK digabung menjadi satu unit sebagai Pasukan Gerak Khas (PGK) (satuan operasi khusus), yang diprakarsai oleh Perdana Menteri Dato ‘Seri Dr Mahathir Muhammad dan Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Rahim Noor. Meskipun digabung menjadi satu direktorat, mereka pada dasarnya masih dua entitas yang terpisah yang beroperasi di dua lingkungan operasional yang berbeda.

Struktur badan Sebelumnya terpisah, baik PPN 69 dan UTK digabung ke PGK pada tanggal 20 Oktober 1997, ketika diluncurkan oleh Inspektur Jenderal polisi, Tan Sri Rahim Noor. Namun, PPN 69 dan UTK masih tetap masih merupakan operation unit yang terpisah. UTK kini secara resmi dikenal sebagai Pasukan Gerak Khas Detasemen A dan PPN 69 telah diwakili untuk Pasukan Gerak Khas Detasemen B.

Berdasarkan markas besar Royal Malaysia police di Bukit Aman, Kuala Lumpur, menyatakan bahwa PGK berstatus di bawah komando langsung dari RMP Internal dan Keamanan Publik (Melayu: Keselamatan Dalam Negeri dan Ketenteraman Awam) Direktur. Komandan Unit berpangkat Senior Asisten Komisaris (SAC) dan Deputi Direktur Internal dan Keamanan Umum Cabang.

Dengan ancaman terorisme sejak serangan 11 September, unit ini telah semakin menyesuaikan diri untuk melakukan tugas kontra-terorisme. Dengan tujuan menciptakan tim yang mampu menangani berbagai operasi (terutama operasi kontra-terorisme), tim patroli kecil PGK terdiri dari enam sampai sepuluh operasi yang dipimpin oleh petugas perwira seperti dari Inspektur Polisi dengan keahlian yang berbeda seperti unit serangan, penembak jitu, ahli EOD, ahli komunikasi dan petugas medis lapangan. PGK juga memiliki hubungan yang erat dengan pasukan khusus Angkatan Bersenjata Malaysia, termasuk 10th Paratrooper Brigade, Grup Gerak Khas, Paskal dan PASKAU, sehingga memungkinkan mereka untuk lebih efektif menegakkan keamanan dalam perbatasan Malaysia.


Sumber:http://jakartagreater.com/unit-paling-terlatih-malaysia-vat-69/

Postingan terkait: