Tak Ada Uang Tebusan! Pembebasan 10 WNI Murni Negosiasi & Bagian Operasi Intelijen TNI


INDOSEJATI.com- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan terima kasih atas segala upaya yang dikerahkan sehingga 10 anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia dapat dibebaskan. Namun Jokowi menegaskan bahwa pemerintah masih berupaya lebih keras untuk membebaskan 4 sandera lainnya.

"Alhamdulillah puji syukur ke hadirat Allah SWT, akhirnya 10 ABK WNI yang disandera kelompok bersenjata sejak 26 Maret lalu saat ini telah dapat dibebaskan," ujar Jokowi. Jokowi didampingi Mensesneg Pratikno, Menlu Retno Marsudi dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat mengumumkan pembebasan 10 sandera ini.

"Dan saat ini kita masih terus bekerja keras untuk pembebasan 4 ABK WNI lainnya," ucap Jokowi di Istana Bogor, Minggu (1/5/2016) pukul 18.15 WIB.

Jokowi menyampaikan keterangan pers didampingi Menlu Retno Marsudi dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Jokowi menyebut 10 WNI itu saat ini masih berada di Zamboanga, Filipina, dan akan segera diberangkatkan ke Indonesia.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebut ada unsur TNI di balik bebasnya 10 WNI yang disandera oleh Abu Sayyaf. Menurutnya, pembebasan ini bagian dari operasi intelijen.

"Di dalamnya ada TNI, operasi di bawah operasi intelijen TNI," ujar Gatot dalam jumpa pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/5/2016) pukul 18.15 WIB. Gatot berbicara setelah Presiden Jokowi dan Menlu Retno Marsudi memberi keterangan pers tanpa tanya jawab.

Menurut Gatot yang paling utama dalam hal ini adalah pembebasan para sandera dalam keadaan selamat. Dia mengatakan kondisi sandera saat ini sudah sehat.

"Kita mengutamakan keselamatan para sandera dan ini kata kunci," ucapnya.

Gatot menjelaskan saat ini pihaknya sedang mengupayakan untuk membebaskan 4 WNI lagi. Pembebasan itu akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Tidak lama lagi 4 WNI bisa kita bebaskan dengan selamat," ucapnya.

Pembebasan itu tidak menggunakan uang tebusan yang diminta oleh penyandera sebesar USD 1 juta. Pembebasan murni dilakukan dengan negosiasi.

"Tidak ada pembayaran tebusan. Ini murni negosiasi," ujar salah negosiator pembebasan 10 WNI, Mayjen Purn Kivlan Zen saat dihubungi  Minggu (1/5/2016) malam.

Kivlan mengatakan saat dilakukan negosiasi dengan kelompok Abu Sayyaf, pihak perusahaan kapal Brahma 12 tempat 10 WNI bekerja telah mengutus seseorang bernama Budiman untuk menyerahkan uang tebusan.

"Uang itu dibawa oleh Budiman namun tidak diserahkan. Uang itu akhirnya dibawa pulang kembali," ucapnya.


Sumber:http://news.detik.com/berita/3200999/panglima-tni-soal-10-wni-bebas-ini-bagian-operasi-intelijen-tni





Postingan terkait: