Wow..Peradaban Nusantara Ternyata Mendahului Romawi yang Masyhur, Ini FAKTANYA!



INDOSEJATI.COM. Jika berjalan sekitar tiga jam dari dusun Banjaran, Kabupaten Kuningan, menuju puncak gunung Pojoktiga (1.340 mdpl) anda akan menemukan dua batu seperti tiang berdiri berhadapan. Jika sedikit tegak, akan makin terlihat seperti sebuah gerbang. Sementara kumpulan batu dengan tinggi di bawah lutut tersusun melingkar di depan batu yang saling berhadapan. Sekilas semua itu bagai sekumpul batu besar yang biasa kita temukan di pegunungan, namun jika diperhatikan lagi, formasi emoticon smile ini berada di tengah tanah yang bersih dari rumput dan pohon. Singkatnya, ini disebut sebagai situs Batu Naga.

batu-tulis-3

Memang bukan batu biasa, di dua tiang miring itu terdapat pahatan ornamen bagai candi yang menceritakan kisah pada masanya. Ini adalah batu tulis—atau bisa dibilang prasasti. Kenapa disebut Batu Naga? Di salah satu batu yang terpahat, anda dapat menemukan pahatan berbentuk kepala seperti naga.

Yang menarik, seperti dilansir harian Pikiran Rakyat, situs ini berusia ratusan tahun sebelum masehi, jauh lebih tua dari candi-candi yang sekarang jadi tempat wisata. “Hasil uji radiocarbon dating di laboratorium Badan Tenaga Nuklir Nasional itu, baru keluar dan kami terima kemarin, Selasa. Hasilnya menunjukkan situs Batu Naga itu diperkirakan umurnya lebih tua dari peradaban Hindu, dibangun oleh peradaban manusia pada ratusan tahun sebelum masehi. Paling mudanya situs itu dibangun sekitar 500 tahun sebelum masehi,” kata Ketua Kelompok Masyarakat Arkeologi Indonesia (Mari) Doktor Ali Akbar, kepada “PR” Rabu (10/2/2016).


Sebelum masuk uji lab tahun lalu, bahkan warga terdekat di desa Banjaran pun belum tentu tahu keberadaan situs prasejarah tersebut. Memang, mitos, rumor dan sebagainya beredar di tengah masyarakat terkait kawasan tersebut. Namun tim doktor Ali berhasil menguak keberadaan bukti peradaban Nusantara yang sezaman dengan Romawi kuno—bahkan bisa jadi lebih tua lagi.

Tim Ali pun masih akan melakukan penyisiran di sekitar area batu tulis, khususnya semak dan gundukan tanah, sebab ada indikasi masih banyak bagian situs yang tersembunyi di baliknya.

Terkait kisah dan cerita di balik pahatan batu tersebut, belum ada keterangan lebih lanjut.

(sumber/foto: uniqpost.com, versesofuniverse.blogspot.com)

Postingan terkait: