TINTIN Ternyata Pernah ke Indonesia!


INDOSEJATI.com- Pasti semua sudah tahu siapa Tintin. Dia adalah seorang tokoh fiksi yang berprofesi sebagai wartawan karangan Herge dari Belgia. Kisahnya sudah banyak diceritakan dalam komik-komik petualangannya, bahkan baru-baru ini kisahnya telah diangkat ke layar lebar dalam animasi 3D.

Namun, banyak kah yang tahu kalo Tintin yang telah menjelajah seluruh dunia ini pernah berpetualang di Indonesia? Ya, Tintin pernah berpetualang ke Indonesia yang kisahnya diceritakan dalam buku komik Penerbangan 714.

Kisahnya dimulai ketika Tintin beserta jajaran gang-nya akan melakukan penerbangan ke Sydney, Australia, untuk menghadiri seminar angkasa. Tintin diundang karena dia merupakan orang yang pertama kali mendarat di Bulan (menurut dunia cerita Tintin). Sebelum ke Sydney, mereka transit di Bandara Kemayoran, Jakarta, Indonesia.


Ya memang dengan sangat jelas di komik tersebut digambarkan kalau Tintin mendarat di sebuah bandara yang bertuliskan Kemajoran Airport. Suasana Bandaranya juga khas Indonesia sekali dengan interior kesenian Hindu kuno khas kesenian Jawa-Bali kuno.

Saat pertama saya baca, saya kira memang di Indonesia hanya transit saja kemudian petualangan terjadi di Australia, tapi ternyata isi cerita memang full terjadi di Indonesia! Ceritanya mulai terasa seru saat telah lepas landas menuju Sydney, pesawat mereka dibajak oleh sekelompok yang punya niat jahat dengan alasan perampokan.

Pada saat itu diceritakan mereka menghubungi radio Menara Pengawas Bandara Makassar di Sulawesi. Menara pengawas Makassar melaporkan bahwa pesawat mereka sedang melintas di Pulau Flores. Yang menarik adalah adanya adegan pesawat yang ditumpangi Tintin tersebut menabrak kapal layar penduduk lokal tersebut dan si nelayan mengumpat dengan Bahasa Indonesia ".

Karena pesawat yang sudah tidak stabil, akhirnya mereka melakukan pendaratan darurat di Pulau Bompa, yang merupakan salah satu pulau di Sulawesi. Di Pulau Bompa ini petualangan pun terjadi. Tintin dan kawan-kawannya harus beraksi melepaskan diri dari para penjahat itu.

Uniknya di sini, karangan pun dimulai. Pulau Bompa tadi merupakan gugusan pulau negara Sondonesia (Wah negara mana ya ini?). Karena cukup rancu, saya mencoba googling apakah Sondonesia itu. Ternyata Sondonesia adalah gabungan dari Sunda-Indonesia dan pada masa itu di negara Sondonesia sedang terjadi perang saudara sehingga masyarakatnya diperalat oleh para penjahat itu dengan iming-iming perdamaian.

Mungkin Herge sang pengarang saat itu mengkaji antara peristiwa penjajahan di negara kita atau mungkin saat-saat negara Indonesia terkenal dengan pemberontakan PKI. Ending dari cerita ini sangat unik menurut saya. Ternyata Pulau Bompa tersebut merupakan markas alien yang ingin menjalin hubungan dengan manusia bumi.

Wah ternyata Alien memilih Indonesia (oke, lebih tepatnya Sondonesia) sebagai markas komunikasi internasional antar galaksi. Untuk keamanan Tintin dan kawan-kawannya dihipnotis oleh para alien tersebut untuk melupakan semua peristiwa dan menyelamatkan mereka dari Pulau Bompa yang akan diletuskan.

Bagi yang mungkin ingin lebih lengkap merasakan suasana aksi petualangan Tintin di Indonesia silahkan baca bukunya yang berjudul "Penerbangan 714".

Dijadikan Prangko Persahabatan Indonesia-Belgia

Dalam rangka memperingati hubungan bilateral Indonesia – Belgia yang ke-65 tahun, KBRI Brussel bekerjasama dengan Museum HergĂ© dan Moulinsart, perusahaan pemegang lisensi karya cipta Herge, serta B-Post (perusahaan pos Belgia), telah mendesain khusus prangko resmi Belgia  Prangko ini menjadi prangko resmi komunikasi KBRI Brussel di seluruh wilayah Belgia.



Dikemas sebagai bagian dari Resepsi Diplomatik memperingati HUT RI ke-69, peluncuran perangko secara resmi digelar pada 22 September 2014 di Brussels Square Panoramic Hall.
Acara dihadiri Dubes RI untuk Belgia, Uni Eropa dan Luksemburg, Arif Havas Oegroseno, Direktur beserta para desainer dari Museum Hergé dan Moulinsart, serta Wakil Menteri Luar Negeri Belgia, Dubes Jan Van Dessel.

Disaksikan oleh para Dubes negara-negara sahabat yang berada di Brussel, anggota Parlemen Eropa dan Komisi Eropa, serta tokoh-tokoh masyarakat Belgia, akademisi, kalangan pengusaha, penggiat seni budaya. Acara berlangsung meriah dan mendapatkan banyak pujian atas kreativitas KBRI Brussel dalam memanfaatkan Tintin sebagai simbol persahabatan Indonesia dan Belgia.

Sumber: http://www.kompasiana.com/zulfikasatria/tintin-pernah-ke indonesia_550e3c82a33311bb2dba7f15

Postingan terkait: