Meneladani "Kepercayaan Diri" Tinggi dari H. Agus Salim


INDOSEJATI.com- Krisis percaya diri (PD) itulah yang banyak dialami anak bangsa, saat berhadapan dengan bangsa lain yang memiliki kelebihan. Saking kurangnya PD anak bangsa akan potensinya, mereka banyak dilecehkan bangsa lain.

Tentu masih hangat akan iklan diskon jasa Pembantu Rumah Tangga (PRT) Indonesia di Malaysia, dan anak bangsa yang dipajang di mall dengan profesi pembantu. Semua melecehkan harga diri bangsa Indonesia. Sayang, yang menyayangkan banyak, tapi yang mampu membangkitkan harga diri hampir tak ada.

Hal itu beda sekali dengam M.Agus Salim sewaktu diperintahkan Presiden Soekarno mewakili Indonesia ke Prancis. Agus Salim dengan PD tampil dengan kain sarung dan berjenggot. Saat tampil di podium, beliau mendapat suara cemoohan berupa suara kambing embek … embek … embek.

Nada menghina itu tidak ia hiraukan dan dengan PD berpidato dengan bahasa Perancis yang fasih. Orang-orang Perancis dan hadirin berdecak kagum, memberikan tepuk tangan meriah saking kagumnya.

Agus Salim menyadari hal itu. Selesai berpidato dan masih di atas podium, beliau mengatakan, ”Ini baru kambingnya Indonesia, belum harimaunya. Di negara kami Indonesia, masih banyak harimau‑harimau Indonesia yang lebih hebat dari pada kambing," katanya.

Kisah PD KH. Agus Salim juga ditulis sejarah, saat ia makan bersama dengan para delegasi asing. Ia makan dengan tangan (tanpa sendok). Para tamu banyak yang kurang berkenan, dan kata-kata hinaan langsung meluncur dari mulut beberapa orang. Mereka mengatakan Agus Salim sebagai orang udik, orang desa. Sementara yang lain menyambut hinaan itu dengan tertawa‑tawa penuh pelecehan.

Agus Salim kemudian berdiri meminta ijin berbicara. Ia menjelaskan mengapa dia makan tidak pakai sendok. "Saya makan memakai tangan saya, adalah lebih bersih, bukan bekasnya orang lain. Jika dibandingkan dengan pakai sendok yang tuan‑tuan pakai sekarang, merupakan bekas dipakai oleh banyak orang. Mungkin puluhan bahkan ratusan orang," katanya.

Haji Agus Salim meskipun IQ nya belum pernah diukur, Pa’ce, demikian anak-cucunya biasa memanggil dengan akrab, juga mempunyai bakat yang sangat-sangat luar biasa. Haji Agus Salim mempunyai kehebatan kecerdasan linguistik.

Mashudul Haq, begitu nama kecil Haji Agus Salim yang lahir di Kota Gadang, Sumatera Barat, menguasai paling tidak tujuh bahasa asing, yaitu Belanda, Inggris, Jerman, Perancis, Jepang, Arab dan Turki, dan beberapa bahasa daerah. Lebih hebat lagi, dia belajar tanpa guru, otodidak.

Bercermin dari H.Agus Salim, tidak ada alasan bagi anak bangsa Indonesia, menjadi manusia berkualitas rendah. Semua berhak mendapatkan kualitas diri yang tinggi, jika mau belajar dan berusaha seperti H.Agus Salim. Tak harus melewati bangku pendidikan, kalau hanya sekedar ingin menjadi manusia unggul. Secara otodidak saja bisa, asal benar-benar bersungguh. Bukanlah di mana ada kemauan disitu pasti ada jalan. Jadi, yuk berbagi ilmu

Sumber : http://www.kompasiana.com/hendri_coolboy/meneladani-pd-tinggi-agus-salim_551910c7a333119214b65918

Postingan terkait: