HEBOH!! Amerika Terkejut Dengar Jokowi Dukung Kemerdekaan Palestina


INDOSEJATI.com - Kepala Staf Presiden Luhut Binsar Pandjaitan menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Amerika Serikat awal Maret lalu. Kedatangannya ke negeri Pam Sam itu, Luhut ingin menyampaikan secara langsung kepada pemerintahan Amerika bahwa Indonesia akan mendeklarasikan dukungan kemerdekaan Palestina di Konferensi Asia Afrika 18-24 April ini.


"Awal bulan Maret lalu, saya berkunjung ke Gedung Putih, Kantor Kepresidenan Amerika Serikat. Di sana, saya bertemu dengan Kepala Pusat Keamanan Amerika Susan Rice. Kepada beliau, saya nyatakan bahwa Indonesia punya sikap ingin melihat Palestina merdeka," ujar Luhut seperti yang ditulis dalam website pribadinya www.luhutpandjaitan.com, Senin (20/4).

Menurut Luhut, saat itu reaksi Susan sangat terkejut. Sebab, Amerika sendiri tidak mendukung Palestina untuk merdeka.

"Reaksi Susan Rice saat itu terkejut karena Amerika tidak mengakui adanya Palestina. Tapi saya katakan bahwa itulah sikap dari Presiden Joko Widodo untuk Palestina. "Supaya anda tidak kaget, kami akan mendukung Palestina menjadi anggota PBB dan ingin membuka Kedutaan di Ramallah, kata saya waktu itu," kisah Luhut.

Luhut pun menjelaskan lagi komitmen Presiden Jokowi yakni mendorong kemerdekaan Palestina. Bahkan, komitmen itu dinyatakan pada saat mencalonkan diri menjadi Presiden di Pilpres 2014 lalu.

"Sejatinya, komitmen Presiden Jokowi untuk mendorong kemerdekaan Palestina sudah sejak sebelum beliau menjadi presiden. Bahkan sewaktu kampanye, beliau sudah menyampaikan komitmen mendukung kebebasan Palestina. Tentunya ini langkah yang konkret, meski tak mudah dilakukan. Bahkan tiga peraih Noble Perdamaian tak berhasil memerdekakan Palestina, yakni Shimon Peres dan Yitzhak Rabin dari Israel serta Yasser Arafat dari Palestina," ujarnya.

Luhut menambahkan, Indonesia kini mencoba memainkan peran sebagai juru damai bagi kemerdekaan Palestina. Palestina sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, maka itu didorong supaya Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika menghasilkan dukungan terhadap kemerdekaannya.

"Kita juga berharap Palestina menjadi anggota PBB penuh," ujarnya.

"Upaya panjang ini tentunya mempunyai hambatannya yang tidak sedikit. Namun, saya percaya Bangsa Indonesia mampu mewujudkan cita cita yang tertuang dalam pembukaan Undang Undang dasar 1945 bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa," tulis Luhut.

"Mari kita ramai-ramai mendukung dan mengambil hikmah melalui Asian African Conference Commemoration 2015. Semoga Tuhan maha kasih memberkati kita semua," tambahnya lagi.

Sumber: Merdeka.com

Postingan terkait: